Jumat, 16 Maret 2012

ANGKLUNG (Sunda)

     ANGKLUNG, adalah salahsatu jenis alat musik tradisional Nusantara asal Sunda (Jawa Barat dan Banten) terbuat dari 2 – 3 tabung bambu atau lebih yang dirangkai menjadi satu dalam satu rangka yang disebut ancak (frame); cara memainkannya digoyangkan. Setiap 1 buah angklung merupakan 1 not nada, sehingga untuk memainkan sebuah lagu diperlukan beberapa angklung. — Untuk ritem (pangiring) minimal berjumlah 4 (seperti dalam kesenian réog dulu atau pada angklung-Baduy); sementara untuk melodi (panglagu) minimal  berjumlah 8 atau lebih (misal pada kesenian angklung Buncis dari Kabupaten Bandung).
      Sebagai suatu catatan di Bali pun terdapat alat musik yang disebut angklung (angklung Bali) namun dengan bentuk dan pengertian yang berbeda dengan angklung Sunda.
---
BAGIAN-BAGIAN DARI ANGKLUNG
     Sebuah angklung atau saancak angklung terdiri atas bagian rangka yang disebut ancak (frame) dan bungbung atau tabung pembentuk bunyi yang disebut parungpung atau rumpung. — Bagian ancak terdiri atas tihang (3) dan palang atau toros (4). Bagian parungpung terdiri atas parungpung-tatapakan atau tatapakan (1) yang  tertidur mendatar (horisontal) di bawah dan parungpung-sosoraan atau parungpung-laras (2) yang berdiri tegak (vertikal) di atasnya dengan menggantung pada batang palang toros; bagian atasnya “disogat” (dibuang sebelah sebagian, seperti tabung pada calung) dan diberi Angklung14D_thumb46[6]berluang untuk menggantung (liang-toros). Parungpung-laras/parungpung-sosoraan (sebagai tabung bernada, dan juga sebagai resonator atau lawong) berjumlah 2 atau 3, bahkan pada angklung moderen yang bertangga nada diatonis ada yang berjumlah 4; terdiri atas parungpung-anak (2a), parungpung-panengah (2b), parungpung-indung (2c), dan parungpung-panyuwuk bila ada. Bagian bawah dari parunpung-laras atau suku-parungpung masuk ke dalam lobang bagian atas dari tatapakan (cokrah-tatapakan) sehingga ketika angklung digoyang suku dan bibir lubang tatapakan beradu dan menimbulkan suara (sora-laras) tertentu. — Kesemua tabung parungpung-laras ini (masiung-masing dengan nada berbeda namun menurut pasangannnya sesuai dengan susunan papatet/komposisi paduan nada tertentu), sehingga ketika sebuah angklung dibunyikan secara terpadu membentuk akor (layeutan-sora) dengan harmonis. —  Cara membunyikan angklung digoyangkan/diguncangkan (dioyagkeun atau diendagkeun dan digedagkeun). Suaranya ngurulung atau ngungklung, mungkin dari suaranya ini (yang terdengar seperti bunyi klung-klung) makanya namanya disebut angklung.
     Seperti disebutkan di awal untuk membentuk suara ritem (pangiring) atau melodi (panglagu) angklung senantiasa harus berjumlah lebih dari satu, atau satu set dalam rangkaian nada yang disebut sebagai saparangkat. Satu, dua atau lebih angklung dengan nada dan fungsi tertentu yang dipegang/dibunyikan oleh seseorang disebut tatapan (dalam hal ini satatapan dapat berarti berjumlah 1, 2, 3 atau lebih angklung yang dibunyikan oleh seorang pemain). —  Satu tatapan angklung (yang terdiri dari satu atau lebih tersebut) mungkin saja dimainkan oleh satu orang semuanya atau soranganan (sendirian, seperti dalam Angklung-rengkung) atau oleh banyak orang sarombongan (membentuk orkestra). Bahkan seperti tercatat oleh The Guines Book Of Record dapat dimainkan oleh ribuan orang.
CATATAN : Dalam angklung-rengkung (yang keberadaannya kini mungkin sudah punah), seorang pemain yang memainkan banyak angklung sendirian tersebut bahkan sambil meniup goong-bungbung atau goong-awi (dari bambu pula).
    Setiap tatapan ancak angklung mempunyai nama-nama tersendiri sesuai dengan nada dan fungsinya masing-masing; misal dalam perangkat angklung tradisional dari Kabupaten Bandung yang terdiri atas 8 ancak tatapan terdapat nama-nama angklung sebagai berikut :
1.   Singgul  atau Indung
2.   Jongjorang atau Jongjrong
3.   Ambrug atau Ambrung
4.   Ambrug-panerus atau Ambrung-panerus
5.   Pancer
6.   Pancer-panerus
7.   Éngklong atau Éngklok
8.   Roél
Ambrung dan  ambrung-panerus (2 ancak angklung) dipegang oleh 1 orang; juga Pancer dan Pancer-panerus (2 ancak angklung) dipegang oleh 1 orang; jadi dalam kelompok kesenian yang terdiri atas 8 ancak angklung ini (berdasarkan atas jumlah tatapannya) dimainkan oleh 6 orang (= 6 tatapan).
      Sementara pada angklung Baduy yang berfungsi sebagai pangiring/ritem terdapat 4 buah ancak (rumpung), terdiri atas  :
1.   Kingking
2.   Inclo
3.   Panémpas, dan
4.   Gonggong

—————————

CATATAN : Sebagai ritem angklung bersifat ritmis.
Parungpung kadang disebut rumpung (ini merupakan perubahan dari rungpung, kependekan dari parungpung). Pada pengertian lain rumpung diartikan sebagai ancak atau tatapan.  
Kata Tatapan, mengandung arti : Setiap unit ancak angklung pegangan seseorang pemain angklung (jumlahnya beragam, mungkin 1, 2 atau banyak/lebih dari 2). Kata tatapan berasal dari asal kata tatap, yang dalam bahasa Sunda mengandung makna pegang atau sentuh dengan lembut (seperti pada kata ditatap-diusap = disentuh dan diusap dengan lembut, terhadap benda atau manusia yang sangat disayangi).
-
---
JENIS-JENIS ANGKLUNG
     Angklung banyak macamnya, baik bentuk fisik, tangganada, maupun jenis keseniannya. Berdasarkan atas sifat gaya keseniannya angklung terdiri atas : 1. Angklung tradisional, dan 2. Angklung moderen.
 
Angklung tradisional = Angklung-buhun
     Angklung tradisional atau Angklung-buhun adalah angklung dengan tangganada pentatonis (daminatila), dengan surupan saléndro, pélog atau sorog (madenda). — Angklungtradisional2_thumb16Angklung tradisional masih terdapat di beberapa tempat di wilayah provinsi Jawa Barat dan Banten, seperti di kawasan Bandung, Garut,  Tasikmalaya, Bogor, Sukabumi, Cirebon, Lebak, Pandeglang (Banten; termasuk di Baduy), dsbnya. — Jenis kelompok kesenian yang termasuk angklung tradisional misalnya : Angklung-buncis (dari Bandung), Angklung-badéng (Garut), Angklung-séréd (Tasikmalaya), Angklung-gubrag (Bogor), Angklung-dogdog-lojor (Sukabumi), Angklung-bungko (Cirebon), Angklung-Baduy atau angklung-Kanékés (di Lebak, Banten), dsbnya.
      Dalam beberapa kesenian tradisional Sunda angklung biasa dipadukan dengan alat musik lainnya, seperti dengan dogdog (alat tabuh
berkulit semacam tifa pendek agak besar) atau dogdog-lojor (tifa Sunda, dogdog
angklungbuncis2_thumb105
kecil panjang). — Pada jenis kesenian lainnya terdapat pula bentuk paduan dari
angklung dengan terebang atau terbang (rebana Sunda), dengan nama Bangklung (singkatan dari Terebang-angklung) yang disertai dengan nyanyian kakawihan atau
solawatan yang bernafaskan Islam.
     Pada masa lalu selain sebagai alat musik hiburan biasa angklung-buhun secara khusus digunakan sebagai pengiring dalam upacara adat pertanian yang bersifat sakral (menurut kepercayaan Sunda lama terhadap Dewi Sri atau Nyi Sri Pohaci Dangdayang Tresnawati sebagai Dewi Kesuburan). Hal seperti ini masih dilakukan di masyarakat Sunda Baduy di kawasan Kabupaten Lebak Banten yang masih menganut kepercayaan
image_thumb55
nenekmoyang yang disebut sebagai agama Sunda Wiwitan (di samping juga sebagai alat hiburan biasa pada waktu tertentu). Di masyarakat Baduy angklung tidak boleh dimainkan secara sembarangan (pembuatnya pun termasuk orang khusus; di samping itu pada saat akan digunakan dan disimpan diadakan upacara adat khusus pula); di sana masih ada buyut (pamali) atau tabu tertentu untuk angklung sebagai alat musik yang dianggap keramat (sakral).
       Di beberapa Kecamatan Kabupaten Bandung (seperti di Kecamatan Soreang dan Pangalengan) jenis kesenian ini kadang masih dipergunakan untuk arak-arakan upacara adat Nyungkruk Huluwotan (= Nyukcruk sirahcai; menelusuri hulu sungai). — Pada upacara hiburan biasa angklung dulu biasa digunakan sebagai arak-arakan anak sunat, pesta rakyat, dsbnya.
     Angklung tradisional sebagai kesenian biasa sejauh ini belum ada yang mengembangkannya lebih lanjut, sementara jenis-jenis kesenian angklung tradisional yang masih ada di berbagai daerah di Jawa Barat dan Banten sekarang ini cenderung jumlahnya semakin menyusut (tambah sedikit). Ada suatu kekhawatiran yang beralasan jangan-jangan suatu saat nanti akan mengalami kepunahan bila tak ada generasi penerusnya.
--       
AngklungBaduy_thumb4_thumb3
---
Angklung Moderen
     Angklung modern atau boleh juga disebut Angklung ala Barat adalah angklung dengan tangganada diatomis (doremi, seperti pada musik Barat), dalam bentuk tangganada mayor atau minor. — Contoh angklung moderen adalah Angkung padaéng (= Angkung Pak Daéng) atau Angklung-Sutigna, yang diciptakan untuk pertama kali oleh Pak Daeng Sutigna pada tahun 1930-an (1938), dan kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Saung angklung Udjo  atau dulu dikenal sebagai Saung angklung Mang Udjo  (yang didirikan pada tahun 1966 oleh Pak Udjo Ngalagena sebagai murid dan penerus Pak Daeng). Angklung model ini disebut juga sebagai Angklung Indonesia. — Jenis kelompok kesenian yang termasuk angklung moderen misalnya : Orkestra angklung, Arumba, dsbnya. Termasuk yang digunakan oleh grup SambaSunda. — Pokoknya angklung jenis ini dapat digunakan untuk membawakan lagu musik Barat (termasuk musik Indonesia dan lainnya), baik pop maupun klasik, bahkan musik rock (rock-klasik), seperti image5_thumb6Bohemian Rhapsody dari kelompok Queen.
     SEBAGAI SUATU CATATAN : Perlu diketahui bahwa angklung telah disahkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia, atau Alat musik angklung diakui sebagai "The Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity" pada sidang ke-5 Inter-Governmental Committee UNESCO di Nairobi, Kenya, Selasa, 16 November 2010 (16/11/2010).

—————————————

---
Angklung moderen dalam pemecahan rekor pemain angklung terbanyak di Dunia
       Seperti diketahui pada tanggal 9 Juli 2011 telah terpecahkan rekor Permainan angklung terbanyak di Dunia yang diadakan oleh Guiness Book Of RecordAngklungGuiness2_thumb4_thumb3 (Guiness World Record) di Amerika Serikat, tepatnya di Monumen Grounds North Lawn, National Mall Washington DC. Permainan kolosal ini berhasil memecahkan rekor dunia dengan jumlah pemain angklung sebanyak 5180 orang membawakan lagu-lagu pop Barat yang cukup populer seperti We are The World dan Country Road.
       Acara besar ini melibatkan banyak orang dari berbagai wilayah dan negara, sebagian besar dimainkan oleh orang Amerika ditambah sejumlah orang Indonesia dan beberapa warga negara asing lain yang tengah berada di Amerika Serikat. — Kegiatan yang diadakan sekaligus untuk merayakan Festival Multikultural ini dipimpin langsung oleh Daeng Udjo (putera Pak Udjo Ngalagena) dari Saung Angkung Udjo Bandung.

---

REFERENSI DAN ARTIKEL TENTANG ANGKLUNG DARI BEBERAPA SITUS

Beberapa kelompok kesenian angklung di Luar Negeri
  • Angklung Orchester Hamburg, Germany (2003/2004)
  • Lancaster Angklung Orchestra, Lancaster, UK
  • Angklung Hamburg

    Curt Sachs : Real-Lexicon der Musikinstrumente — Im Verlag von Julius Bard, Berlin, 1913.

     

     

    clip_image002

  • Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar